CARI SESUATU ?

Rabu, 01 Februari 2017

PENGERING TANGAN BERMELODI

PENGERING TANGAN BERMELODI
Muhammad Fauzi Achdiyat1, Putri Kartika Oktavia2, Samuel Beta3
Prodi Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, 50275
E-mail : 1 devilozy@gmail.com , 2 putri_kartik@yahoo.co.id4 , sambetak2@gmail.com



Intisari: Mengeringkan tangan yang basah dengan lebih cepat, diperlukan alat pengering tangan. Dalam proyek ini, pengering tangan bermelodi menggunakan program berbasis ARM CortexM0 yang mengontrol perangkat utama seperti sensor ultrasonik dan kipas DC. Sensor ultrasonik digunakan sebagai pendeteksi keberadaan tangan, kipas DC digunakan sebagai pengering. Selain itu, akan terdengar suara musik dari pengeras suara dan variasi lampu LED RGB ketika kipas bekerja mengeringkan tangan.
Kata kunci: Mikrokontroler, ARM CortexM0, Ultrasonik, Kipas DC

Abstract: In order to dry the wet hand faster, it requires a hand dryer device. In this project, melodic hand dryer uses ARM CortexM0 beased program that controls the main device such as ultrasonic sensor and DC fan. Ultrasonic sensor used for detecting hand, the DC fan uses as a dryer. Beside, user will be hear a sound of music from the speaker and the RGB will be turn on varies light as long as the DC fan works.
 Keywords: Microcontroller, ARM CortexM0, Ultrasonic, DC Fan

I.     Pendahuluan


Pengering tangan otomatis menggunakan menggunakan mikrokontroler dalam pembuatannya merupakan penggabungan dari dua buah bidang, yaitu: rangkaian perangkat keras/hardware dan program pengendali/software. Sebuah rangkaian perangkat keras tentu tidak dapat beroperasi dengan sendirinya tanpa ada sebuah program pengendali atau software yang mengatur pergerakannya. Pengering tangan otomatis pada dasarnya menggunakan sebuah sensor untuk mendeteksi keberadaan tangan, salah satu sensor yang dapat digunakan yaitu sensor ultrasonik dan motor pengering berupa kipas elektronik.
Pengering tangan bermelodi merupakan suatu alat elektronik yang berfungsi sebagai pengering tangan yang berbasis ARM NUC120. Alat ini menggunakan sensor ultrasonik dan kipas dc 12 volt. Kelebihan dari alat ini adalah selain dapat mempercepat proses pengeringan, akan terdengan suara musik dari pengeras suara dan nyala lampu LED RGB yang bervariasi selama sensor mendeteksi keberadaan benda.

II.     Tinjauan Pustaka


Untuk mengetahui berbagai komponen dan peralatan yang dibutuhkan, maka disusunlah tinjauan pustaka sebagai acuan dalam merancang dan membuat program

A.     ARM NUC120

            ARM adalah prosesor dengan arsitektur set instruksi 32-­bit RISC (Reduced Instruction Set Computer) yang dikembangkan oleh ARM Holdings. ARM merupakan singkatan dari Advanced RISC Machine. ARM NUC120 merupakan sebuah modul mikronkontroler 32-bit berbasis ARM CortexM0.  ARM NUC 120 BOARD dilengkapi dengan program bootloader sehingga tidak membutuhkan divais programmer terpisah. NUC120 dapat beroperasi dengan kecepatan CPU sampai 48MHz. Telah dilengkapi dengan Full Speed USB 2.0 Device Controller yang sangat fleksibel dan dapat dikonfigurasi untuk berbagai aplikasi berbasis USB.




                                              Gambar 1. Board ARM NUC120
Spesifikasi       :
·      Berbasis NUC120RD2BN dengan Flash memory APROM sebesar 64 Kbyte, 8 Kbyte SRAM, 4 Kbyte Data Flash.
·      Memiliki kemampuan IAP (In Applicaton Programming) dan ISP (In System Programming) melalui bootloader software pada LDROM.
·      Tersedia jalur SWD (Serial Wire Debug) yang dapat digunakan untuk debugging serta programming.
·      Dapat diprogram langsung melalui jalur USB.
·      Mendukung Peripheral DMA mode.
·      Memiliki 8 channel ADC dengan resolusi 12 bit.
·      Memiliki 4 buah timer 32 bit.
·      Memiliki fungsi Watchdog dan RTC.
·      Dilengkapi dengan 4 buah hardware PWM dengan resolusi 16 bit.
·      Memiliki masing-masing 2 kanal jalur komunikasi UART, SPI, dan I2C.
·      Memiliki 1 channel I2C.
·      Tersedia antarmuka USB dan UART RS-485.
·      Terdapat sensor suhu built-in dengan range -40 - 125°C  dengan resolusi 1°C. Sensor ini memiliki gain -1.76mV/°C dan offset 720 mV pada suhu 0°C.
·      Memiliki hingga 45 jalur GPIO yang masing-masing dapat dikonfigurasi pull-up/ pull-down resistor, repeater mode, input inverter, dan open-drain mode.
·      Terdapat 22 MHz internal osilator.
·      Frekuensi osilator eksternal sebesar 12 MHz dan fitur PLL sampai dengan 48 MHz.
·      Frekuensi osilator eksternal sebesar 32.768 KHz yang dapat digunakan untuk fungsi RTC dan Low Power Mode.
·      Tersedia rangkaian reset manual.
·      Bekerja pada tegangan 3,3 – 5,5 V.
·      Dilengkapi dengan regulator 3,3 V dan 5 V dengan arus maksimum 800 mA

B.     Sensor Jarak (Ultrasonik)

            Sensor ultrasonik HC-SR04 berfungsi sebagai pengirim, penerima, dan pengontrol gelombang ultrasonik. Alat ini bisa digunakan untuk mengukur jarak benda dari 2cm - 4m dengan akurasi 3mm. Alat ini memiliki 4 pin, pin Vcc, Gnd, Trigger, dan Echo. Pin Vcc untuk listrik positif dan Gnd untuk ground-nya. Pin Trigger untuk trigger keluarnya sinyal dari sensor dan pin Echo untuk menangkap sinyal pantul dari benda.
            Ketika diberikan tegangan positif pada pin Trigger selama 10uS, maka sensor akan mengirimkan 8 step sinyal ultrasonik dengan frekuensi 40kHz. Selanjutnya, sinyal akan diterima pada pin Echo. Untuk mengukur jarak benda yang memantulkan sinyal tersebut, maka selisih waktu ketika mengirim dan menerima sinyal digunakan untuk menentukan jarak benda tersebut. Jarak benda dihitung berdasarkan rumus : S = 340.t/2
  Dimana S merupakan jarak antara sensor ultrasonik dengan benda (bidang pantul), dan t adalah selisih antara waktu pemancaran gelombang oleh transmitter dan waktu ketika gelombang pantul diterima receiver.

                 
                               Gambar 2. Bentuk Fisik Sensor Utrasonik HCSR04

C.     Kipas DC 12 Volt

            Dalam kipas dc terdapat suatu motor listrik. Motor listrik tersebut mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Dalam motor listrik terdapat suatu kumparan besi pada bagian yang bergerak beserta sepasang pipih yang berbentuk magnet U pada bagian yang diam (permanen). Ketika listrik mengalir pada lilitan kawat dalam kumparaan besi, hal ini membuat kumparan besi menjadi sebuah magnet. Karena sifat magnet yang saling tolak-menolak pada kedua kutubnya maka gaya tolak-menolak magnet antara kumparan besi dan sepasang magnet tersebut membuat gaya berputar secara periodik pada kumparan besi tersebut. Oleh karena itu baling-baling kipas dc dikaitkan ke poros kumparan tersebut. Penambahan tegangan listrik pada kumparan besi dan menjadi gaya kemagnetan ditujukan untuk memperbesar hembusan angin pada kipas angin. Kipas DC ini memakai tegangan sebesar 12 volt. Ukuran dari kipas DC ini bermacam-macam dari yang berukuran 5 cm sampai 12 cm.

Gambar 3. Kipas DC (12 Volt)

                                                

D.     Light Emitting Diode (LED ) RGB

            Pada dasarnya LED itu merupakan komponen elektronika yang terbuat dari bahan semi konduktor jenis dioda yang mampu memencarkan cahaya. LED RGB adalah LED yang berisikan tiga warna LED yang terintegrasi menjadi satu lampu LED. LED RGB mengandung warna RED (merah), GREEN (hijau), dan BLUE (biru). Dengan tiga warna ini, kita bisa membuat berbagai macam kombinasi warna.
Spesifikasi Teknis :
·    Lensa : Bening
·    Warna yg dipancarkan : Merah / Hijau / Biru
·    Common : Katoda
·    Ukuran : 5mm
·    Tegangan : 2.5~3.0 (V) forward voltage
·    Sudut Pancaran : 25 derajat
Intensitas cahaya : 4.000 mcd (millicandela)






                        Gambar 4. Bentuk Fisik LED RGB Common Cathoda

E.      DF Player Mini

            DFPlayer mini adalah modul mp3 dengan output yang telah disederhanakan langsung ke pengeras suara (speaker). Modul ini dapat digunakan berdiri sendiri dengan baterai, speaker dan push button, atau dapat juga dikombinasikan dengan Arduino UNO atau perangkat lainnnya dengan kemampuan RX/TX.
            DFPlayer menghubungkan modul decoding yang rumit dengan sempurna, yang mendukung format audio pada umumnya seperti MP3, WAV, WMA. Selain itu, juga mendukung TF card dengan sistem file FAT16, FAT32. Melalui port serial yang sederhana, pengguna dapat memainkan musik yang dipilih tanpa perintah-perintah rumit untuk melakukannya. DF Player mini dihubungkan dengan sebuah pengeras suara 3 inci dengan konsumsi daya 1 watt.



  Gambar 5. Bentuk Fisik DF Player Mini



Gambar 6. Gambar pin DF Player Mini



F.     Speaker

Muara dari sebuah sistim audio adalah pengeras suara (speaker). Speaker mempunyai fungsi mengubah sinyal elektric menjadi mekanis sehingga dapat menimbulkan suara.  Speaker- speaker tersebut bertugas mengeluarkan suara menurut karakteristik frekuensi kerjanya masing-masing.




                                                        Gambar 7. Speaker

III.     PERANCANGAN ALAT


A.     Perangkat Keras dan Rangkaian Elektronika

Adapun sistem yang digunakan yaitu :
Masukan:
1)     Sensor Ultrasonik
2)      Kipas DC 12V
3)      Speaker
Luaran:
3)      LED RGB

B.     Blok Diagram

Blok diagram pemroses ARM NUC120RDBN menggunakan masukan sensor ultrasonik dengan luaran kipas DC, LED RGB, dan speaker  dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

 



                                 Gambar 8. Blok Diagram Komponen Utama


C.     Perangkat Lunak

Urutan kerja alat Pengering Tangan Bemelodi dapat dilihat melalui diagram alir berikut ini:



                                                 Gambar 9. Diagram Alir


D. Schematic dan Diagram pengawatan
Gambar 10. Skematik Rangkaian






Gambar 11. Diagram Pengawatan Luar dan Dalam


E. PROGRAM DAN LAMPIRAN:
Program Pengering Tangan Bermelodi dan beberapa lampiran dapat diunduh melalui tautan di bawah ini:


IV.     Pengujian Alat



A.     Pengujian Alat

Pengujian alat Pengering Tangan Bermelodi telah berhasil dilakukan, pengujian ini bertujuan untuk mengecek masukan sensor ultrasonik yang hasilnya digunakan untuk keluaran pada kipas DC, LED RGB, dan speaker bisa bekerja sesuai fungsinya.

V.     KESIMPULAN

Setelah melakukan percobaan, pengambilan data, dan penganalisaan terhadap data yang telah didapat pada proyek ini, maka didapatkan kesimpulan yaitu sebagai berikut:
1.    ARM NUC120 dapat memudahkan kita dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk instrumentasi sebagai mikrokontroler yang canggih.
2.    Pengering Tangan Bermelodi ini dapat memudahkan pengguna untuk mengeringkan tangan atau benda lainnya
3.    Sembari menunggu tangan kering, pengguna juga diperdengarkan alunan musik dari pengeras suara yang ada

                                                       REFERENSI

[1]  repository.usu.ac.id
[2]  http://www.elangsakti.com/2015/05/sensor-ultrasonik.html
[3]  http://www.belajarduino.com/2016/07/dfplayer-mini-serial-mp3-player-module.html
[4]  http://belajarmikrokontroler2015.blogspot.co.id/2016/02/kontrol-kipas-dcberbasis-mikrokontroler.htm



Nama penulis Muhammad Fauzi Achdiyat. Penulis dilahirkan di kota Kudus 31 Agustus 1995. Penulis telah menempuh pendidikan formal di TK ABA 1 Purwosari Kudus, MI Muhammadiyah Kudus, SMP N 2 Kudus, dan STM Pembangunan. Tahun 2014 penulis telah menyelesaikan pendidikan STM. Pada tahun 2014 penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru diploma (D3) dan diterima menjadi mahasiswa baru diploma (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.14.2.12. Apabila  ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi penulis melalui email: devilozy@gmail.com




Nama penulis Putri Kartika Oktavia. Penulis dilahirkan di Semarang, tanggal 17 Oktober 1994. Penulis telah menempuh pendidikan formal di RA Al-Hikmah Semarang, SDN Gayamsari 02-05 Semarang, SMPN 2 Semarang, dan SMKN 7 Semarang. Tahun 2014 penulis telah menyelesaikan pendidikan SMK. Pada tahun 2014 penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru diploma (D3) dan diterima menjadi mahasiswa baru diploma (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM. 3.32.14.2.15. Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa melalui via email: putri_kartik@yahoo.co.id


Nama pengajar Samuel BETA. Beliau mengajar di program studi Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Semarang. Email : sambetak2@gmail.com

PERINGATAN KEBOCORAN GAS LPG

PERINGATAN KEBOCORAN GAS LPG

Mukhammad Ali Khoironi1, Panca Setyarini2, Samuel BETA3.
Prodi Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang
Jl.Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, 50275


Abstrak – Untuk mengetahui adanya kebocoran gas LPG pada suatu ruangan dibutuhkan pemberitahuan peringatankebocoran gas LPG. Dalam penelitian ini dibuatlah aplikasi Mikrokontroler ARM NUC120 menggunakan masukan sensor gas  dengan luaran Dot Matrix  display P10 dan buzzer. Sensor gas yang digunkan adalah sensor MQ2. Luaran yang dihasilkan berupa tampilan kadar gas lpg di ruang tertutup pada Dot Matrix  P10 dan suara buzzer yang berfungsi sebagai peringatan bahwa terjadi kebocoran gas lpg di ruangan itu. Serta ditampilkan pula tulisan “AMAN” jika tidak terjadi kebocoran dan tulisan “BAHAYA” jika terjadi kebocoran. Buzzer akan berhenti berbunyi setelah kadar gas lpg di ruangan itu kembali normal.

Kata Kunci : ARM NUC 120, Sensor MQ2, Buzzer, Dot Matrix  Display P10

Abstract - To determine the leakage of LPG gas in a room takes notice peringatankebocoran LPG gas. In this study NUC120 ARM Microcontroller applications made using the gas sensor inputs with outputs Dot Matrix display P10 and buzzer. Digunkan gas sensor is a sensor MQ2. Outcomes that produced a display lpg gas levels in a confined space on a Dot Matrix P10 and a buzzer sound that serves as a warning that lpg gas leak in the room. As well as also displayed the words "AMAN" if it does not leak and the words "BAHAYA" in case of leakage. Buzzer will stop sounding after lpg gas levels in the room was back to normal.

Keywords: ARM NUC 120, MQ2 Sensor, Buzzer, Dot Matrix Display P10


 I .  PENDAHULUAN

Dalam berbagai kasus kebakaran yang terjadi di masyarakat seringkali kebakaran tersebut diakibatkan oleh kebocoran LPG. Kurang waspadanya masyarakat terhadap kebocoran LPG dapat berakibat fatal. Bocornya LPG dapat terjadi karena tabung penyimpanan LPG mengalami kerusakan akibat kesalahan dalam pemakaian atau umur tabung yang menyebabkan penurunan kualitas penyimpanan LPG.
Detektor LPG dapat mengatasi kasus kebocoran LPG yang ada di masyarakat. Penggunaan detektor LPG akan mempermudah pengawasan terhadapat kebocoran LPG, sehingga bahaya lain seperti kebakaran dapat dihindari.
Alat ini menggunakan mikrokontroler ARM NUC 120 dengan masukan sensor MQ2 dan keluaran tampilan pada module Dot Matrix P10. Hasil pembacaan sensor berupa nilai PPM dan status keadaan LPG yang ditampilkan pada tampilan dot Matrix , dan buzzer untuk memberi peringatan kepada pengguna.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Untuk mengetahui berbagai komponen dan peralatan yang dibutuhkan, maka disusunlah tinjauan pustaka sebagai acuan dalam merancang dan membuat aplikasi menggunakan Arduino. 

1.                  Sensor MQ2

Sensor MQ2 merupakan sensor yang dapat mendeteksi beberapa jenis gas yang mudah terbakar seperti butana, metana, LPG, propana, alkohol, hidrogen dan dapat mendeteksi PPM asap karbon. Karakteristik hambatan sensor MQ2 terhadap perubahan berbagai kadar gas di udara dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1 Sensor MQ2


Spesifikasi
Tingkat sensitivitas sensor MQ2 bervariasi untuk masing-masing tipe gas hidrokarbon yang dapat dideteksi sesuai daftar dibawah ini :

·         LPG & propana : 200 – 500 ppm
·         I-butana              : 300 – 5.000 ppm
·         Metana               : 5.000 – 20.000 ppm (untuk sensor yang lebih sensitif terhadap methane, gunakan                                      gas sensor MQ-4)
·         Hidrogen            : 300 – 5.000 ppm
·        Etanol / Alkohol : 100 – 2.000 ppm (bila diperlukan sensor yang spesifik untuk alkohol, gunakan                                          MQ-3 Alcohol Detector Sensor)
  

Gambar2. Grafik spesifikasi sensor gas MQ2

Keluaran sensor ini berupa resistansi analog yang dengan mudah dapat dikonversi menjadi tegangan dengan menambahkan satu resistor biasa (bisa juga menggunakan potensiometer sehingga ambang batas sensitivitas deteksi dapat disetel sesuai kebutuhan). Dengan mengkonversi impedansi ini menjadi tegangan, hasil bacaan sensor dapat dibaca oleh pin ADC (analog to digital converter) pada mikrokontroller.
Berdasarkan karakteristik sensor MQ2, kadar PPM LPG dapat dilihat pada persa-maan berikut.
PPM LPG = 102.77 (Rs/Ro)1.5
Dimana RS adalah resistansi sensor terha-dap berbagai konsentrasi kandungan gas di udara dan RO merupakan resistansi sensor yang bernilai 1000 ppm pada H2 di udara yang bersih.

2.                  ARM NUC 120

DT-ARM NUC120 Board merupakan modul pengembangan mikrokontroler 32 bit NUC120RD2BN yang berbasis CPU ARM Cortex-M0 dari Nuvoton. Modul ini dapat bekerja dengan kecepatan CPU sampai dengan 48 MHz. Modul ini juga telah dilengkapi dengan bootloader internal, sehingga tidak diperlukan lagi device programmer eksternal. Pemrograman melalui bootloader bisa dilakukan dengan menggunakan koneksi USB.
Gambar 3. ARM NUC 120

Spesifikasi :
  • Berbasis mikrokontroler NUC120RD2BN (64 KB APROM, 8 KB SRAM, 4 KB Data Flash, CPU ARM Cortex-M0).
  • Terintegrasi dengan cystal eksternal 12 MHz.
  • Terintegrasi dengan osilator 32.768 kHz sebagai sumber clock RTC.
  • Memiliki 1x port USB.
  • Memiliki 1 port RS-485.
  • Memiliki 3 kanal UART dengan level tegangan TTL 3.3VDC / 5VDC.
  • Tersedia port USB yang berfungsi untuk antarmuka serial sekaligus menuliskan program mikrokontroler, sehingga tidak membutuhkanprogrammer eksternal.
  • Memiliki port Serial Wire Debug untuk proses debuging dan programming.
  • Memiliki 45 jalur GPIO.
  • Terintegrasi dengan sensor suhu internal.
  • Memiliki port input 8 kanal ADC 10-bit.
  • Bekerja pada level tengan 3,3VDC / 5VDC dengan arus maksimum 800mA.
  • Input catu daya untuk board : 6,5VDC - 12VDC / 3,3VDC - 5VDC.

3.                  Dot Matrix  Display P10

Matrix  titik  atau DMD (Dot Matrix Display)  adalah susunan titik-titik dua dimensi yang digunakan untuk menampilkan karakter-karakter, simbol atau gambar. DMD pada dasarnya adalah susunan beberapa LED yang disusun membentuk Matrix  baris dengan baris dan kolom yang bervariasi sesuai dengan tipenya. Seperti pada seven segment, DMD terdiri dari dua common yaitu common anode dan common cathode. Dalam tugas akhir ini DMD yang digunakan adalah DMD common anode dengan ukuran 16 x 32 pixel.
DMD ini terdiri dari LED yang tersusun secara Matrix  berbentuk segi empat sehingga dengan menyalakan atau mematikan LED yang diinginkan, teks atau grafik dapat ditampilkan. Pengendali DMD mengkonversi instruksi dari decoder ke dalam logik yang dapat menyalakan atau mematikan LED sehingga tampilan yang diinginkan dapat ditampilkan.

Gambar 4.  Module Dot Matrix  P10 

Module atau panel display running text dengan spesifikasi sebagai berikut:
Spesifikasi Teknis:
·         Tipe                    : LED matrix P10 OUTDOOR
  Grade A+
·         Tegangan input  : DC 5V
·          Daya                 : 5A per module (Pada kondisi
                             SEMUA LED nyala)
·         Ukuran module  : 16cm (T) x 32cm (L)
·          Resolusi            : 16 LEDs (T) x 32 LEDs (L) per
                             module atau 10,000dots/m2
·          pitch                  : 10mm
·          Jumlah LED     : 512 LEDs per module
·          Usia LED         : >100,000jam
·          Pilihan warna    : Red

4.                  Buzzer

Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).
Gambar 5. Buzzer

III.     PERANCANGAN ALAT


A.Perangkat Keras

 Adapun sistem yang digunakan yaitu 
    1. Sensor MQ2
    2. ARM NUC120
    3. Dotmatrix Display P10
    4. Buzzer

B.Bentuk Fisik Modul

Gambar 6. Bentuk Fisik Modul Tampak Depan
Gambar 7.Bentuk Fisik Modul Tampak Belakang

C.  Blok Diagram Hubungan Komponen Utama

Blok diagram hubungan komponen utama pada alat ini adalah ARM NUC 120 terhubung dengan masukan Bluetooth dengan  keluaran berupa Sensor MQ2, Dot Matrix Display P10, Buzzer seperti yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 8. Blok Diagram Komponen Utama

Gambar 9.  Rangkaian Alat


D.Perangkat Keras

      Perancangan perangkat keras ini Mikrokontroller ARM NUC 120 mendapatkan supply tegangan 5 Volt DC, Sensor MQ2,Dot Matrix  Display P10 dan Buzzer mendapatkan supply tegangan 5 Volt.
Gambar 10. Pengawatan Luar Dalam 

E.Diagram Alir

Diagram alir pada program Peringatan Kebocoran Gas LPG adalah sebagai berikut:

Gambar 11. Diagram Alir

D.    Pengujian Alat

Pada dotmatrix display P10 baris pertama menampilkan kadar gas pada ruangan dan baris kedua menampilkan kondisi ruangan.

             

Gambar 12. Keadaan Awal  DotmatriX Display P10 
Jika gas lpg pada ruangan terdeteksi > 30ppm maka pada dotmatrix display p10 akan menampilkan tulisan “AMAN” yang menyatakan kondisi ruangan masih aman
Gambar13. Kondisi ruangan "AMAN"

Gambar 14. Kondisi ruangan “AMAN”

Gambar 15. Kondisi ruangan “AMAN” 

Gambar 16. Kondisi ruangan “AMAN”

Gambar 17. Kondisi ruangan “AMAN”


Jika gas lpg pada ruangan terdeteksi ≤ 30ppm maka buzzer berbunyi dan pada dotmatrix display p10 akan menampilkan tulisan “BAHAYA” yang menyatakan terdapat kebocoran gas lpg pada ruangan tersebut.

Gambar 18. Kondisi ruangan “BAHAYA”

Gambar 19. Kondisi ruangan “BAHAYA”

Gambar 20. Kondisi ruangan “BAHAYA”

Gambar 21.  Kondisi ruangan “BAHAYA”

Setelah ruangan kembali terdeteksi gas lpg > 30ppm buzzer berhenti dan dotmatrix display p10 kembali menampilkan tulisan “AMAN”
Gambar 22.  Kondisi ruangan “AMAN”

Gambar 23.  Kondisi ruangan “AMAN”

Gambar 24. Kondisi ruangan “AMAN”


E.     KESIMPULAN

Setelah melakukan percobaan, pengambilan data, dan penganalisaan terhadap data yang telah didapat pada penelitian ini, maka didapatkan kesimpulan yaitu sebagai berikut:

  • ARM mempermudah kita dalam pengaplikasian mikrokontroler
  • Penggunaan sensor MQ2 sebagai input analog pada mikrokontroler
  • Sensor MQ2 berfungsi untuk mendeteksi gas LPG di ruangan tertutup
  • Penggunaan Dotmatrix Display P10 sebagai penampil kondisi ruangan 

REFERENSI
  1. https://tifanigaluh.wordpress.com/2016/12/26/early-warning-system-kebarkaran/ 
  2. https://www.scribd.com/doc/58146231/Skripsi-Sistem-Deteksi-Kebocoran-gas-elpiji
  3. https://fahmizaleeits.wordpress.com/tag/alat-deteksi-kebocoran-gas/


         Nama penulis Muhammad Ali Khoironi dilahirkan di kota Jepara, 6 Juli 1995. Penulis telah menempuh pendidikan di TK Nurul Ulul Jepara, SD Liyanatul Mu’tadiin Jepara, MTs Hasyim Asyari Jepara, dan MA Hasyim Asyari. Penulis menyelesaikan pendidikan SMA pada tahun 2014. Pada tahun 2014 penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru diploma (D3) dan diterima menjadi mahasiswa baru diploma (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.14.0.15 Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi penulis melalui email Khoir.roni@gmail.com


Nama penulis Panca Setyarini. Penulis dilahirkan di Semarang 17 Februari 1996. Penulis telah menempuh pendidikan formal di TK, SD NEGERI TLOGOSARI WETAN 1, SMP NEGERI 9 SEMARANG, dan SMA NEGERI 2 SEMARANG. Tahun 2014 penulis telah menyelesaikan pendidikan SMA. Pada tahun 2014 penulis mengikuti seleksi mahasiswa baru diploma (D3) dan diterima menjadi mahasiswa baru diploma (D3) di kampus Politeknik Negeri Semarang  (Polines) dengan Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro. Penulis terdaftar dengan NIM 3.32.14.0.18. Apabila ada kritik, saran dan pertanyaan mengenai penelitian ini, bisa menghubungi 085747933020 atau melalui via email pancasetyarini@gmail.com.